Menyukai Tempat itu

1021 Kata

'Sebenarnya dia mau membawaku ke mana?' Tristan yang sejak tadi duduk di sebelah Ishana mulai mengerutkan kening dalam. Dia cukup asing dengan jalanan yang dilewati gadis itu. Benarkah Ishana tidak salah jalan? Pasalnya, jalan yang mereka lewati saat ini bukanlah jalan utama. Ishana membawanya melewati jalan yang benar-benar asing untuknya. Namun, Tristan tidak melayangkan protesnya sama sekali. Dia memilih diam, duduk di sebelah Ishana. Sesekali, bola matanya melirik, guna memastikan tidak ada niat jahat dari Ishana. Sedangkan Ishana masih sibuk dengan kemudi. Raut wajahnya terlihat santai, seakan tidak memikirkan apa pun. Meski dalam hati, dia bersorak bahagia karena Tristan yang menurut dengannya. Bahkan, dia yakin Tristan tidak menaruh curiga sama sekali. Sampai dia membelokkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN