Biar Aku yang Nyetir

1106 Kata

Ishana menatap ke arah Tristan lekat. Dia tidak menyangka kalau lagi-lagi pria itu yang akan menjadi malaikat penyelamatnya. Bahkan, saat ini Ishana mulai merasakan hal lain dalam hatinya. Dia seakan merasakan sesuatu menggelitik perasaannya, membuatnya tanpa sadar mengulas senyum tipis. Namun, hal lain ditunjukkan oleh Tristan. Pria itu tampak begitu dingin dengan rahang mengeras. Kedua tangannya masih mendekap tubuh Ishana, mencoba meredam emosi dan sakit yang dirasakan secara bersamaan. Dalam hati, dia benar-benar mengutuk diri sendiri yang tidak bisa membiarkan seseorang terluka. Dia benar-benar merasa bodoh karena berulang kali membantu Ishana yang begitu ceroboh. Sampai dia yang sudah merasa membaik menegakkan tubuh dan menatap ke arah sang pelayan. "Lain kali kalau bawa pesanan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN