Ishana melangkah penuh semangat ke arah ruang kerja. Dia mengambil tas dan segera keluar. Bahkan, bibirnya tidak melepaskan senyum sama sekali. Ada raut bahagia yang tampak begitu jelas. Namun, saat berada di luar ruangan, Ishana menghentikan langkah saat melihat Freya yang memperhatikannya. Dia bingung, kenapa saudaranya itu memperhatikannya dengan sangat dalam. Apa ada yang salah? "Kamu mau pergi ke mana?" tanya Freya. "Aku mau menemani Tristan melihat Universitas di sekitar sini, Freya," jawab Ishana dengan tenang. Freya yang mendengar pun langsung tersenyum lebar dan menganggukkan kepala. "Baiklah kalau begitu. Hati-hati," ucap Freya dengan senyum manis. Ishana yang melihat hal itu cukup merasa heran. Jika saja orang lain yang melihat, mereka pasti akan berpikir jika Freya adalah

