"Kamu yakin mau belanja di sini, Ishana?" tanya Tristan setelah menghentikan mobil di parkiran. Manik matanya menatap bangunan di depannya. Dia menelan ludah, merasa tidak yakin dengan tempat belanjanya kali ini. Ishana yang baru saja membuka sabuk pengaman pun mengalihkan pandangan dan menatap ke arah Tristan. "Kenapa, Tristan? Kamu nggak yakin buat belanja di sini?" Ishana malah balik bertanya dan menatap lekat. Sejenak, Tristan hanya diam dengan raut wajah berpikir. Dia seakan menimbang mengenai keputusannya. Apakah dia akan berbelanja di pasar tradisional seperti ajakan Ishana? Atau dia harus memiliki supermarket seperti tempat yang biasa dia datangi. Hingga Tristan membuang napas kasar dan menggelengkan kepala. "Aku yakin, Ishana," jawab Tristan setelah memikirkannya dengan cukup m

