"Kalau lu berani pergi gua nggak akan segan-segan menancapkan pisau ini ditubuh lu yang kotor!" ancam Lexi pada Louise dengan mengarahkan pisau tersebut ke arahnya. Louise masih menggendong Ara dan tidak melepaskannya, meski tubuh belakangnya terasa sangat perih. "Uuh, Lo..louise?" gumam Ara lemah. Kepala terasa sakit. Namun, saat membuka matanya dia berada dalam gendongan Louise. Ara melihat raut wajah Louise yang berbeda dan mengeluarkan keringat dingin cukup banyak. "Ara! Cepat turun dan kemarilah! Cowok berengsek itu mau bawa lu pergi, Ra. Dia ingin memisahkan kita, jadi cepat kesini, Ra!" "Lou, Kamu berdarah?" Ara tidak sengaja menyentuh punggung Louise, saat Louise menurunkannya dengan hati-hati. "LEXI! KENAPA SIH SAMA LU??!!" teriak Ara benar-benar marah karena Lexi sudah ber

