"Aahh. Bagus, Babe. Gua puas dan menikmatinya," pekik Lexi menikmati Ara saat ini. Memaikan jari jemarinya ditubuh Ara. "Ara, masukkan jarinya, Ra!" perintah Lexi. Meski tangan Ara terikat, dia masih bisa melakukan yang diperintahkan oleh Lexi. Namun, tangannya tidak bergerak. Dia tidak bisa melakukannya. Dia merasa jijik hanya dengan melihat apa yang ada dihadapannya. "Kenapa? Kenapa tidak melakukannya? Oh iyah, ini pertama kalinya untukmu yah. Sini biar aku ajarkan, Babe!" Lexi menarik tangan Ara dan mengarahkannya. "Argh!" pekik Ara tidak sanggup. Tangannya bergerak sendiri karena Lexi. "Haa, lu bikin gua frustasi, Ra!" "Ma..mau apa?" tanya Ara gugup saat melihat Lexi mendorongnya kasar hingga terbaring. "Memberikan pelajaran agar lu bisa paham, lu harus melakukan apa dan bagaiman

