Walaupun dia begitu ingin memberontak tapi, tubuhnya hanya diam membeku dan tidak berani melawan. Mungkin perasaan takut dan trauma yang dia dapatkan menyerangnya. Ara hanya mengatupkan bibirnya rapat-rapat, menahan dirinya yang membenci sentuhan tangan Oscar dipunggungnya. Setelah selesai berfoto Ara langsung mengatakan pada Louise, kalau dia ingin beristirahat karena lelah. "Kamu gak apa-apa, Sayang?!" tanya Louise. Dia begitu khawatir pada Ara. Wajah Ara pucat, padahal sebelumnya dia baik-baik saja. "Bi—bisa tolong ambilkan obatku?" tanya Ara dengan menahan rasa sesak di dadanya. Dia selama ini sudah tidak mengonsumsi obat-obatan itu lagi, karena dia sudah tidak membutuhkannya. Gejalanya sudah tidak pernah kambuh. Namun, dia memang sengaja selalu membawanya. Seperti sudah menjadi keb

