"Ra," panggil Louise pelan. "Tolong jangan seperti ini. Apa kamu tidaak kasihan pada papamu? Dia benar-benar sangat mencemaskanmu. Dia bahkan tidak makan dan tidur dengan benar karena khawatir pada putrinya. Apa kamu ingin membuat papamu sakit? Apa kamu tidak menyanyangi papamu? Papamu terlihat tidak bersemangat dan putus asa! Setidaknya, bukalah pintu ini dan biarkan kami masuk agar dapat menemani dan melihatmu menghabiskan makananmu," ucap Louise. "Lalu..., bukan hanya om yang terlihat sedih dan putus asa, Ra. Kamu yang mengabaikan aku juga membuatku sakit! Meski aku tidak tahu apa yang sedang mengganggu pikiranmu tapi, aku juga ikut merasakan penderitaanmu, Sayang. Jadi, aku mohon buka pintunya, em?" bujuk Louise tidak menyerah. Ara sontak terkejut saat mendengar perkataan Louise ten

