Louise tidak menjawab, dia hanya menggerakkan satu jari telunjuknya dan mengarahkan pada pipinya sendiri. "Apa?" tanya Ara bingung. "C-I-U-M! Cium!" ucap Louise, dia langsung menagih janji Ara. "Ish, di sini? Nggak mau!" balas Ara. Dia menolak keras mencium pipi Louise di tengah kerumunan manusia sebanyak ini. "Atau di bibir? Cepat pilih satu, dua ...," Cup! "Sudah!" ucapnya ketus. "Terima kasih, Sayang!" seringai Louise dengan kekehan karena melihat Ara cemberut. "Nggak tahu!" ketus Ara. "Jangan ngambek dong. Kalau ngambek nanti aku cium deh," kekeh Louise malah semakin sengaja. "Tsk, awas yah!" Ara yang merasa kesal mencubit perut Louise. "Aauw! Sakit tahu, Sayang. Tega banget sih sama pacarnya sendiri," protes Louise sembari memegangi perutnya. Padahal, sebenarnya tidak sa

