Ara terdiam dan tidak bisa membantahnya, karena apa yang dikatakan oleh ayahnya benar. Semenjak bersama Louise, Ara menjadi lebih mempedulikan penampilannya. Walaupun biasa juga jaga penampilan tapi, ini semakin menjadi. "Papa!! Jangan meledek Ara terus ah!" seru Ara. Kebiasaan baru sang ayah sekarang yaitu menggodai putrinya setiap ada kesempatan. "Hahaha, iyah, iyah. Papa akan diam. Anak papa sudah besar sekarang. Padahal, sepertinya baru saja kemarin papa menuntun kamu yang baru bisa berjalan." "Papa hebat! Ara sayang banget sama papa!!" Ara memeluk ayahnya. Waktu menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit. Namun, Louise masih belum datang atau sekedar memberi kabar, bahwa dirinya tidak bisa datang. Ara terus menunggu Louise sejak tadi dengan perasaan khawatir dan cemas. Taku

