Ara kemudian berpikir dan merenungkan sesuatu. Ternyata benar kata orang-orang. Ayahnya dan siapa pun orang dewasa lainnya yang menasihati dirinya, saat keadaannya sedang terpuruk. Katanya yang menentukan kita akan menjadi orang itu adalah saat-saat kita berada diusia belasan yang akan menunjang hidup di masa depan nantinya. Dimana masa keemasan yang terjadi hanya satu kali dalam seumur hidup dan harus dimanfaatkan dengan baik. Tidak boleh sampai salah jalan sembari menemukan identitas diri atau jati diri dan tidak boleh disia-siakan begitu saja. Saat inilah Ara merasa sudah menemukan jati dirinya sendiri. Ara yang bangkit dan memulai lembar baru, harus bisa berusaha keras untuk menggapai apa yang bisa dia capai dengan segala ketertinggalannya. Bahkan Ara juga memulai kembali konser piano

