Bastian berdiri di ambang pintu dengan mata yang terbelalak kaget saat menyaksikan Abian yang terang-terangan berperilaku romantis terhadap Rhea. Beberapa camilan yang ia beli untuk Rhea bahkan terlepas begitu saja dari tangannya. “Bastian?” Rhea sendiri ikut terkejut dengan kemunculan mendadak Bastian di ambang pintu. Dia ingin menjelaskan, tapi situasi sangat tidak memungkinkan. Abian pun terpaksa melepas tangannya dari pipi Rhea. Namun, sikapnya masih sangat tenang. Hal berbeda justru diperlihatkan Bastian. Pria itu terlihat sangat kecewa dari raut yang tercipta. Rahangnya bahkan terlihat mengeras seolah sedang menahan amarah. Hanya saja, Bastian tentu tidak bisa berbuat apa-apa. Ia buru-buru berjongkok, mengambil beberapa camilan yang ia jatuhkan sambil berusaha menutupi rasa kecewa

