Pikiran Rhea menjadi sangat kacau setelah mendengar semua ucapan Brahma. Brahma memang sudah pergi dari apartemen Abian. Hanya saja, peringatan serta ancaman yang keluar dari mulut laki-laki tua itu masih terus terngiang dalam kepalanya. Keraguan untuk menikah dengan Abian yang sempat menghilang, tiba-tiba muncul kembali. Hanya saja, kali ini bukan karena permasalahan kebiasan Abian yang gemar tidur dengan banyak wanita. Melainkan restu dari keluarga yang menjadi faktor utamanya. Terlena dengan pikirannya, Rhea sampai tidak menyadari dengan kedatangan Abian yang ternyata sudah duduk di sampingnya. Pria itu mengejutkannya dengan menempelkan ice cream yang masih terbungkus rapi itu ke pipi Rhea hingga Rhea terjingkat kaget. “Abian!” protes Rhea seraya memukul lengan pria itu. Sedangkan A

