“Wah pasti suaminya Ibu Cathy ini kaya lah, dia kan di rumah yang dulunya punya adik Nyonya Valeria itu. Yang toko emasnya dimana-mana,” sela Ibu Rika sebelum aku bersuara menjawab pertanyaan Ibu Duniah tentang siapa suamiku. “Wah, kita tetangga dong Mbak. Akhirnya rumah mewah itu tidak lagi kosong,” seru Mustika dengan anda yang terdengar begitu bahagia. Aku tersenyum pada Mustika yang memang sempat bertemu sekali denganku saat kami baru tiba di rumah yang ternyata dulunya punya Bibi Siska. Aku sendiri baru tahu tadi soal rumah itu, jangankan bertanya perihal rumah siapa yang dibeli Mami. Masalah semua perabotan rumah dan lain-lain pun aku pasrah saja. Otakku rasanya ingin rehat sejenak setelah beberapa minggu terus dibebani pikiran yang menggangguku dan ternyata insting seorang istri

