Kapan aku bisa berpikir punya pacar, sedangkan selama di kota aku fokuskan hidupku untuk melunasi semua utang Mama. Andai saja aku tahu nasibku akan seberuntung ini, menikah dengan anak tunggal keluarga Demetria yang melunasi semua utang Mama. Tentu saja aku akan sedikit bersenang-senang dengan masa mudaku tanpa berpikir kapan semua utang Mama bisa lunas. “Dia panggil kamu Sayang, berarti dia pacarmu,” terka Abang. Aku mengernyitkan kening dan merebut kembali ponsel dari tangannya. tidak mau membuat Abang berpikir yang tidak-tidak dengan kesalah pahaman ini, aku langsung saja menghubungi nomor tanpa nama yang tadi menelepon. “Halo Cathy manisku.” “s**t,” ungkapku saat mengenali kalau itu adalah suara Rudy. Darimana juga dia mendapatkan nomor ponselku. Selama ini aku tidak pernah sekal

