Mami menuntunku ke arah tangga, bersiap memapah aku untuk menapaki setiap jejak anak tangga hingga tiba ke lantai dua dimana kamar aku dan Cathy berada. Namun, aku menahan langkah Mami. Saat dia menantapku penuh tanya ,aku hanya bisa menggeleng lemah. Kalian boleh melontarkan kalimat hinaan apapun sebebasnya … aku terima semua umpatan maupun makian yang ditujukan padaku karena kesalahan yang aku lakukan. Sebodoh itu aku termakan bujukan Naya yang membuat gerbang kehancuran rumah tanggaku terlihat jelas di depan mata. “Aku mau di kamar tamu saja,” pintaku. Tanpa tanya Mami pun langsung memapah langkahku menuju kamar yang biasa diperuntukan bagi tamu yang menginap di rumah ini. “Mami tinggal sebentar ya.” Aku menggeleng menahan langkahnya dengan meraih lengan Mami. “Katakan apa yang har

