“Tidak Sah!” Teriakan lantang Dean berhasil membuat dia menjadi sumber perhatian. Semua menoleh ke arahnya tidak terkecuali Zibril yang kini melepas tangannya yang sedang berjabatan dengan penghulu, begitu pula Shaqa dan Valeria yang langsung berdiri begitu mendapati putra mereka datang ke acara akad nikah Zibril. Beberapa saksi dan undangan yang berada di dalam masjid yang sedang menyaksikan akad nikah Zibril pun berangsur keluar. “Siapa anda berhak berkata kalau pernikahan ini tidak sah?” Salah satu pihak keluarga Zibril menudingkan telunjuknya lurus ke arah Dean. Wajahnya merah padam sangat jelas menahan amukan yang ingin dia alamatkan pada Dean. “Tidak sah seorang pria menikahi perempuan yang masih berstatus istri orang!” Plaakkk. Satu tamparan keras dari tangan Shaqa mendarat s

