“Bodoh! Satu tahun menghilang kamu datang hanya membuat kami malu! Dasar anak kurang ajar!” maki Shaqa di dengan tangan menunjuk lurus pada Dean yang duduk tertunduk di di hadapannya. Sudut bibir Dean terlihat berdarah karena tamparan keras yang dia layangkan saat Dean menghentikan akad nikah Zibril. “Bukan aku yang menghilang, tapi Papi yang memutus akses buat aku menemui keluargaku,” balas Dean dengan suara bergetar. Dia beranikan diri membalas tatapan Shaqa yang mengintimidasi dan membuat Dean kesulitan untuk meluncurkan kata permohonan maaf yang sudah dia rangkai sejak orang-orang Shaqa mengikatnya di kursi yang sekarang dia duduki. Ikatan tangannya baru terlepas saat Shaqa datang, dia benar-benar diperlakukan bukan sebagai tuan muda. Namun, seperti pendosa yang pantas disalib un

