Part Naya 14

1918 Kata

“Ma, ini Naya kupaskan buah untuk Mama.” Naya mengguncang lengan Marisa. Setelah usai prosesi pernikahan mereka. Semua keluarga Garen pulang dan Naya kini sendirian karena Garen, Barata dan Dona sedang keluar sebentar untuk mengisi perut mereka. “Mama ….” Naya mengusap tubuh Marisa yang sudah kaku. Telunjuknya diletakan di bawah hidung sang Mama. Tidak ada hembusan napas Marisa membuat Naya seketika panik. Dia menekan tombol untuk memanggil dokter dan perawat. “Mama … jangan tinggalkan Naya. Mama … Mama.” Teriakan Naya menggema di kamar rawat inap Marisa. Dia langsung menelepon Barata dan tak berapa lama dokter dan perawat pun masuk. Permintaan yang Marisa ucapkan pada Garen benar-benar menjadi permintaan terakhirnya. Setelah menyaksikan Naya dan Garen menikah, Marisa pun pergi menyusu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN