“Woi … woi kenapa Bro,” seru Juanda saat Radith segera berlari masuk ke kamar setelah mengantar Naya tanpa menyapa Juanda dan David yang duduk di teras menunggu kedatangannya. “Wah, sangar nih Bro, setannya mantap ya sampai bikin Si Radith panas dingin gitu,” gurau Juanda menunjuk Radith yang langsung bersembunyi di bawah selimut dengan badan yang sedikit berguncang. “Dith, kamu diapain sih?” tanya David membuka selimut yang menutupi bagian kepala Radith. Wajah Radith terlihat pucat pias seperti baru berpapasan dengan setan sungguhan. “Anu … Bro, anunya gede,” jawab Radith dengan memegang bagian dadanya sendiri. “Wah, parah … masa sih pertama kenal, pertama jalan, sudah berani remas dan pegang-pegang dadanya Naya.” Juanda terkekeh, sedangkan David hanya melempar senyum dengan menggelen

