Waktu Itu

1242 Kata

Rahang Khumaira beradu keras. Tatapan kebencian menyoroti sahabat yang kini telah tega berkhianat. Ia kembali teringat waktu ketika lisannya menceritakan tentang kekurangan suaminya kepada Sesil dengan harapan bisa melegakan beban hidupnya walau secuil. “Sil, sebenarnya aku punya rahasia yang terasa berat kalau kusimpan sendiri,” ujar Khumaira kala itu. “Cerita aja, biar kamu lega, Khuma. Nggak perlu ragu, kayak sama siapa aja sih. Aku juga sering cerita sama kamu kan? Tapi, memang sih, aku belum bisa menceritakan lelaki yang bikin aku berdebar sama kamu. Nanti saja, kalau waktunya udah tepat,” jawab Sesil sambil nyengir. “Jadi, kapan dong? Masa sejak pertama ngomong sampai saat ini kamu masih merahasiakannya.” Khumaira malah fokus pada cerita Sesil tentang lelaki idamannya. “Dia masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN