“Khuma, tolong dengarkan aku. Antara aku dan Mas Gifar tidak ada hubungan apa pun. Aku hanya masuk angin, Khuma.” Sesil berucap lagi. Walau Laela menatap tidak suka sebab ucapannya, wanita itu seakan memberi isyarat kepada Laela agar diam dan menurut saja apa katanya. Namun sayangnya, gelagat itu ditangkap oleh mata kepala Khumaira. Ia makin kesal. “Jangan bohong kamu, Sil! Memangnya aku bodoh, ha! Barusan kamu memberikan tanda kepada Ibu agar mau menurut apa katamu kan? Bukankah kamu sahabatku? Kenapa kamu malah ingin menutupi sesuatu dariku? Aku sudah menceritakan banyak hal tentang kehidupanku kepadamu, Sil. Bahkan sampai membicarakan Mas Gifar. Aku bodoh memang. Kenapa mempercayai orang sepertimu yang sekarang malah bersandiwara untuk menutupi sesuatu dariku. Aku bodoh terlalu percay

