Fazran membuka matanya dan melihat keadaan ruangan di sekelilingnya bercahaya temaram. Dia melihat pada jam yang tergantung di dinding sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi. Tidak seperti biasanya, Fazran bisa tidur selelap ini, tidak ada gelisah dalam tidurnya semalam. Mungkin karena dia tidur sambil memeluk tubuh Naya. Beberapa kali Naya menggeliat dan berganti posisi memunggunginya, namun kemudian akan kembali lagi mengadap Fazran dan ikut memeluk tubuh Fazran. Meskipun baru pukul 1 dini hari Fazran terlelap karena sibuk mengamati wajah Naya, Fazran tidak merasakan kantuk sedikit pun. Dia merasa segar untuk menyambut hari ini. Fazran mengalihkan pandangannya lagi pada Naya yang menggeliat dalam dekapannya. Mereka dalam posisi berhadapan dan Fazran sepenuhnya memeluk tubuh mungil Naya dala

