"Rangga, kamu apa-apaan, sih?" ucap Sandra sembari melepaskan tangan Rangga dari tubuhnya. "Sorry, aku hanya spontan. Takut kamu jatuh," balas Rangga salah tingkah. Jujur, lelaki itu juga merasakan debaran yang aneh saat berdekatan dengan Sandra. Sesungguhnya, rasa cinta semenjak lima tahun yang lalu itu belumlah hilang dan tidak pudar sama sekali. Bahkan, Rangga merasa rasa cintanya kepada Sandra kian hari bertambah besar. Apalagi sekarang mereka sekantor dan berinteraksi dengan wanita itu. "Kamu jangan cari kesempatan, ya," balas Sandra sewot untuk menutupi kegelisahan hatinya. Wanita itu pun sebenarnya merasakan hal yang sama dengan Rangga. Hatinya berdebar seperti saat pertama kali mereka bertemu lima tahun yang lalu. Rasa cinta yang sempat hilang terkikis jarak dan waktu itu seolah

