Bab 10. Botol Kecil

1090 Kata
"Oh, kamu, Wirya. Kirain siapa? Ada apa?" ucap Bayu agar Sandra tidak tahu kalau sebenarnya Fira yang meneleponnya. Wirya adalah orang kepercayaan Bayu di kantor. Selama tiga hari menikmati honeymoon ke pulau Lombok, Bayu telah mempercayakan semua urusan kantor kepada Wirya. "Kok Wirya, sih? Aku Fira, Mas," protes Fira dari seberang telepon kesal. Wanita itu sengaja memakai nomor baru karena nomornya yang lama telah diblokir oleh Bayu. "Iya, Wir. Semua urusan kantor kamu yang handle. Aku kan sudah bilang kalau aku cuti tiga hari. Kamu tanya Lusi semua jadwalku hari ini sampai tiga hari ke depan dan tolong jangan ganggu aku. Aku sedang ada urusan penting." "Mas Bayu, kamu ngomong apa, sih? Ini aku, Fira. Aku menelponmu karena--" belum sempat Fira melanjutkan ucapannya, Bayu sudah memutuskan panggilan. Wanita itu pun berusaha menelepon kembali. Namun, Fira merasa kesal karena ponsel Bayu sudah tidak aktif. "Sepertinya Mas Bayu sengaja mematikan ponselnya. Aku nggak terima kamu giniin, Mas. Jangan harap kamu bisa membuangku begitu saja setelah apa yang kita alami bersama. Jadi, jangan salahkan aku kalau datang ke rumahmu," batin Fira sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas, lalu bergegas memesan taksi online untuk ke rumah Bayu. Sementara itu, Bayu meletakkan ponselnya yang sudah dinonaktifkan di dashboard mobil. "Kenapa ponselnya dimatikan, Mas?" tanya Sandra heran. "Biar Wirya maupun orang kantor nggak gangguin kita. Aku ingin Fokus sama kamu, Sandra." "Tapi bagaimana kalau ada sesuatu yang penting di kantor?" "Tidak ada yang lebih penting bagiku selain kamu, Sandra." "Gombal banget sih, Mas. Basi, tau," balas Sandra sembari membuang pandangan dari Bayu. "Sayang, aku benar-benar ingin memperbaiki hubungan kita. Aku ingin fokus sama kamu tanpa diganggu pekerjaan kantor," balas Bayu sembari satu tangannya menggenggam tangan kanan Sandra. Sementara tangan kanannya tetap memegang kemudi mobil. Sandra pun tersenyum tipis lalu menyandarkan kepalanya di jok mobil. "Jangan banyak janji, Mas. Buktikan saja, jangan hanya omong kosong," ucapnya tanpa menoleh ke arah sang suami. Keduanya pun terjebak dalam keheningan, hingga akhirnya mobil yang dikendarai Bayu sampai di Bandara Juanda. Setelah memarkirkan mobil, keduanya pun segera chek in karena pesawat yang akan membawa mereka terbang ke Lombok akan terbang satu jam lagi. Sementara itu, Fira yang merasa kesal karena Bayu mematikan ponselnya sudah sampai di komplek perumahan tempat tinggal lelaki itu. Rumah tampak sepi. Berulang kali wanita itu memencet bel yang ada di pagar rumah. Namun, hingga sepuluh menit berlalu tidak ada seorang pun keluar dari rumah itu. Kebetulan saat itu seorang security sedang berkeliling untuk patroli pagi keliling perumahan. Fira pun segera mendekati petugas keamanan Perumahan tersebut. "Maaf, Pak kalau boleh saya tahu, penghuni rumah ini pada ke mana, ya? Kok sepi?" tanya Fira sembari menunjuk ke arah rumah Bayu. "Oh, Pak Bayu maksudnya?" tanya security yang dibalas anggukan kepala oleh Fira. "Pak Bayu dan istrinya sedang liburan selama tiga hari. Baru beberapa menit yang lalu mereka berangkat," ucap Security membuat Fira melebarkan kedua matanya karena heran. "Apa, liburan? Bukannya ini bukan hari libur atau weekend, ya?" "Memang bukan, tapi memang Pak Bayu dan Bu Sandra lagi merayakan anniversary dengan honeymoon." "Apa? Honeymoon?" Fira kembali melebarkan kedua matanya. Rasa kesal mulai hinggap di hatinya karena ternyata Bayu tidak mau diganggu karena dia sedang honeymoon. "Kalau boleh saya tahu, mereka Honeymoon ke mana ya, Pak?" tanya Fira lagi. "Waduh, maaf, Mbak. Saya nggak tahu. Saya juga nggak tanya tadi," balas security membuat Fira kesal. "Ya, sudah, Pak. Terima kasih." "Sama-sama, Mbak." Security pun kembali melanjutkan tugasnya berpatroli keliling perumahan. Sementara Fira menghubungi Wirya, orang kepercayaan Bayu di kantor untuk mencari tahu kemana lelaki itu pergi bersama istrinya. "Halo, Fira. Ada apa, nih? Tumben telepon?" tanya Wirya dari seberang telepon begitu panggilan tersambung. Orang kepercayaan Bayu itu sudah sangat mengenal Fira karena sebelumnya Fira memang bekerja sebagai sekretaris Bayu. Setelah terbongkar perselingkuhan keduanya, Bayu pun memecat Fira agar Sandra memaafkannya. Namun, Bayu berjanji akan tetap memberikan gaji wanita itu setiap bulannya dengan harapan Fira tidak akan mengganggunya lagi. Bukannya puas bisa makan gaji buta tanpa harus bekerja, Fira malah merasa dibuang oleh Bayu. Wanita itu tetap terobsesi untuk menjalin hubungan dengan Bayu. "Aku ingin bicara dengan Mas Bayu. Nomor aku diblokir," ucap Fira yang pura-pura tidak tahu kalau Bayu sebenarnya cuti tiga hari untuk liburan dengan istrinya. "Waduh, sayang banget, Fir. Pak Bayu nggak masuk hari ini." "Apa? Nggak masuk? Memangnya Mas Bayu ke mana?" "Kalau nggak salah Pak Bayu dan istrinya liburan ke pulau Lombok." "Apa, liburan?" "Iya, mendadak juga, sih. Tapi kalau kamu ada keperluan dengan Pak Bayu bilang aja ke aku, nanti biar aku sampaikan." "Nggak, deh. Nggak jadi," balas Fira sembari memutus panggilan membuat Wirya heran. Fira pun bergegas memesan tiket pesawat ke pulau Lombok via online. Kebetulan ada tiket yang masih kosong untuk penerbangan lagi ke Pulau Lombok nanti siang. Fira pun segera pulang untuk packing. "Aku tidak akan membiarkanmu menikmati honeymoon dengan tenang, Mas," batinnya sembari tersenyum miring. Di dalam otaknya sudah terkumpul rencana-rencana jahat untuk mengacaukan bulan madu Bayu. *** "Sayang, kalau kamu capek istirahat saja, ya. Biar aku yang membereskan barang-barang kita," ucap Bayu saat keduanya sampai di hotel berbintang lima di dekat Pantai Kuta Lombok. "Iya, Mas. Makasih, ya. Nanti tolong bangunin aku kalau jamnya makan siang. Aku ngantuk banget tadi nggak bisa tidur di pesawat," balas Sandra sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang. "Iya, Sayang. Nanti aku bangunkan," ucap Bayu sembari membereskan koper mereka. Tak selang berapa lama, Sandra sudah tertidur pulas. Bayu pun memindahkan pakaian mereka yang ada di koper ke dalam lemari yang telah disediakan di kamar hotel. Lelaki itu mengambil botol kecil dari dalam kopernya, kemudian duduk di tepi ranjang menatap sang istri yang tertidur pulas. "Sandra, aku kangen sama kamu. Tapi, kamu selalu menolakku. Hari ini aku harus bisa membuatmu kembali menjadi istriku seutuhnya," batinnya sembari menatap ke arah sang istri. "Maafkan aku kalau harus memakai cara seperti ini untuk membuat kita kembali bisa berhubungan suami istri. Aku ingin kita seperti dulu. Aku nggak mau kita bercerai. Terpaksa aku menempuh jalan ini, Sayang." Lelaki itu menggenggam botol kecil yang tidak lain adalah obat perangsang dengan tangannya. Bayu berencana memasukkan obat itu ke dalam makanan Sandra nanti saat makan malam. Bayu segera menyembunyikan botol kecil tersebut ke saku celananya. Lelaki itu kemudian mengaktifkan kembali ponselnya yang ia matikan semenjak masih di Surabaya. Terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari nomor asing yang tidak lain adalah nomor Fira yang baru. Bayu bermaksud memblokir nomor itu. Namun, sebuah pesan masuk dari nomor baru Fira membuat Bayu melebarkan kedua matanya. "Mas Bayu, aku menyusulmu ke Lombok siang ini. Temui aku di hotel atau aku akan datang ke kamarmu dan mengacaukan honeymoon kalian."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN