Pada akhirnya, Gema harus memilih. Antara menerima kenyataan atau harus berbuat jahat untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Alara. Gema tidak mungkin bersikap lemah seperti ini terus. Sedangkan keluarganya lambat laun akan mengetahui kebejatannya. Dan Marini–Mamanya–bukanlah orang yang mudah memberikan maaf selepas Gema mengakui kesalahannya. Marini akan diam namun dibalik itu semua, ada caci maki pedas yang menggerus rungu Gema sampai berdarah-darah. Gema benci dikatai 'mirip' oleh Papanya namun tanpa perlu menyangkal, perilaku Gema mencerminkan kesamaan tersebut. Jadi yang bisa Gema lakukan adalah kembali pada Alara dan menerima konsekuensi yang akan diberikan istrinya itu. "Ini bukan sistem main layangan yang tarik ulur, ya," ujar Alara santai sembari memakan buah anggurnya. "A

