88

2095 Kata

Gema pulang ke rumah Mamanya. Terpaksa ke sini karena di rumah juga sepi dan libur menjelang hari raya lebaran telah tiba. Gema belum bisa bertandang ke Bandung menemui Alara. Sudah jadi kebiasaan di keluarganya sejak Papanya meninggal untuk mengunjungi makamnya. Jika dulu saat Papanya masih ada, ke makam Kakek dan Neneknya. Sekarang bertambah saja jumlahnya setelah penyandang nama Bachtiar itu tiada. Pukul 2 siang, di mana matahari sedang terik-teriknya. Gema parkirkan mobilnya ke pekarangan rumah Mamanya. Sepi, mungkin Mamanya sedang istirahat. Gema matikan mesin mobilnya dan membuka pintu. Turun dari sana membawa beberapa paperbag untuk dirinya berikan kepada ponakannya. "Om?" panggilan dari belakang tubuh Gema membuat kepalanya menoleh dan mendapati Dika dan Diki anak Mbak Ama berdir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN