Bachtiar Gema tidak selingkuh. Itu konfirmasi dari dirinya yang sudah tersampaikan kepada Alara Senja kala menghubunginya malam sebelum berangkat ke Bandung. Gema cukup kesal–jika itu boleh dikatakan. Tuduhan Alara yang berujung pada perpisahan ranjang keduanya, walaupun tidak dalam arti yang sesungguhnya, bikin Gema dongkol setengah mati. Untung telepon dari Alara itu saat malam hari, sesudah buka puasa. Jika masih dalam kondisi terang benderang, Gema bikin meminum air putih yang ada di atas meja kerjanya. "Alasan kamu nggak berdasar ya, Yang!" Gema sedikit menaikkan suaranya. Entah bagaimana dengan reaksi Alara di seberang sana, intinya Gema kesal sampai dengkusan demi dengkusan terdengar. "Udah Abang bilang buat ngomong sekecil apa pun masalahnya. Jangan sampai berlarut-larut memendam

