81

1220 Kata

Selepas subuhan di mushola dekat rumahnya, Wiratmo dan Jayanti duduk santai di depan rumah. Wiratmo dengan kaca mata baca dan koran pagi yang hari itu sudah di kirim oleh kurir sedangkan Jayanti tengah bersiap hendak menyirami bunga-bunga yang ada di pekarangan. "Mosa nggak nelepon ya, Pa?" Sebagai orang tua yang sudah ditinggal kedua anaknya menikah, Jayanti seringkali kangen. Tapi sungkan untuk menghubungi duluan. Jatuhnya selalu menunggu dihubungi dan begitu seterusnya. "Belum. Kayaknya lagi sibuk. Dia punya kerjaan baru lagi." Wiratmo menjawab masih dengan matanya yang fokus membaca. Selama bulan puasa begitu aktivitas keduanya di pagi hari selepas sahur dan salat jamaah. "Alara juga sama?" Jayanti embuskan napasnya. Menarik selang, mengarahkan ke bunga-bunga yang tertata rapi di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN