109

1255 Kata

Alara Senja dan mulutnya adalah perpaduan apik yang nggak bisa diabaikan begitu saja. Gimana nggak? Saat mendengar gosipan para Ibu-ibu di komplek saat belanja tadi, tidak ada perasaan marah atau apa pun yang akan merusak moodnya di hari ini. Alara masih memasang telinga dengan santai dan senyumnya yang tipis sesekali terhias saat Ibu-ibu itu menanyakan pendapat Alara. Meski tidak Alara beri jawaban secara langsung, karena itu bukan masalah Alara dan ikut campur masalah orang lain bukan gayanya sama sekali. Jadi Alara adem ayem alias tenang dan bodo amat. Namun semuanya berubah saat sosok yang Alara kenal berjalan ke arahnya secara berlawanan. Yang satunya sudah berhenti melangkah dengan wajah yang tertegun kaget, satunya lagi justru berjalan santai lalu ikut berhenti saat sadar yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN