124

3312 Kata

Dari semua perjalanan hidupnya yang panjang, ini adalah pertama kalinya Gema merasakan bahagia yang menggambarkannya saja hatinya sudah membuncah duluan. Senyum Gema terus terukir begitu rungunya mendengar tangis bayi yang baru lahir dari rahim istrinya–Alara–yang di ganti dengan senyum Gema serta Alara. Percaya mau pun tidak, kedua tangan Gema tremor saat perawat membawakan bayi berjenis kelamin laki-laki untuk dirinya dekap dan di adzani. Ya Tuhan! Itu teriakan dalam hati Gema yang bahagianya tidak terbendung lagi. Gema terus ingin mengucapkan syukur tanpa henti dan lengkungan di garis bibirnya tidak mau menghilang barang sedetik pun. Bahkan saat mengumandangkan adzan di telinga kanannya, tangis Gema meleleh namun ini tangis bahagia. Semua yang melihat Gema, tampak ikut menangis bahagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN