Angel membeku. Sama sekali tidak mampu untuk bergerak. Digenggamnya kuat-kuat ponsel itu, sementara peluh sudah membasahi seluruh tubuhnya. Ekspresinya semakin pucat pasi seperti mayat, mobil itu dipenuhi kesesakan yang sangat membuat Angel kesulitan untuk bernapas. Pembunuh. Angel refleks memejamkan mata ketika tiba-tiba sebuah bisikan melintas di benaknya, menghujam jantung yang memberontak. Pelan dan hati-hati Angel membuka mata kemudian memiringkan kepala sedikit, mencuri pandang kepada William. Lelaki itu tampak tenang bahkan bibirnya mengulas senyum tipis, wajahnya begitu lembut. Angel menggigit bibir, menahan air mata yang mendesak keluar. "Ada apa sayang?" William bersuara, memecah keheningan yang bergelut begitu lama. Angel tersentak kaget, dengan gerakan kilat dia meringsut ke

