"Ella?.........." "Ella?........." "Sayang?....." "Aku datang......" "Ella?.........." "Cin-de-rel-la?..........." Suara lembut mengerikan menusuk kalbu, menembus jantung Ella tatkala sepasang telinga menyambut. Ketukan sepatu yang menggema menghantarkan getar takut tak terkendali. Ella meringkuk seorang diri di sudut ruangan gelap dan kotor, bersembunyi memohon harap pada Sang Pemilik Hidup. Tubuh mungil tak kuasa menahan gejolak jantung yang semakin liar berdendang. "Aku mohon selamatkan aku." Ella merapal kalimat itu berulang kali. Pada siapa lagi dia memohon kalau bukan padaNya, takdir hidup yang menyakitkan membuat dirinya harus terikat dengan sosok pria itu. "Sayang, aku mendengar suara tangis mu. Kau menangis?" Pria itu berujar dengan melemah, menyentak sekujur tubuh Ella

