"Selamat malam tuan Zachary." Erik membungkuk, menunjukkan sikap hormatnya. Sementara Stefano tersenyum miring, melihat sikap lelaki itu. Rupanya kedatangannya yang tiba-tiba itu sudah diketahui oleh William sehingga mempersiapkan sambutan hangat yang malah membuat isi perutnya bergejolak ingin segera dimuntahkan. Stefano memasang wajah datar, matanya menatap Erik dengan menghujam. "Dimana Andreas." ucapnya singkat tanpa nada. "Silahkan ikuti saya tuan. Tuan muda sedang menunggu anda." Erik membalikkan badan untuk kemudian melangkah yang disusul oleh Stefano. Setiap langkah kaki Stefano terasa berat, matanya mengawasi keseluruhan rumah itu, menyimpan yang terlihat oleh mata ke dalam otaknya. Ada dimana kamar Angel? Pertanyaan itu menggaungkan di udara yang terasa dingin ini, sementara

