Pergejolakan
Disebuah lembah yang jarang dilewati oleh manusia, karna lembah itu terlindung oleh tebing-tebing curam dan hutan yang sangat lebat.
Di dalam lembah, ada sebuah pagar kayu layak nya sebuah benteng yang melindungi rumah-rumah sederhana, dan ada rumah agak besar seperti induk dari rumah-rumah kecil itu.
Di tengah perkampungan itu suasananya sangatlah ramai, karna hari ini akan ada upacara perekrutan anggota termuda dari Sekte Naga.
Xing Zaolin, yang berumur 5 tahun selalu merengek kepada ayah nya, untuk dijadikan anggota Sekte Naga.
Ketua Sekte Naga bernama Xing Fank, dan yang selalu merengek adalah Xing Zaolin, anak satu-satunya dari ketua Sekte Naga itu. Sang istri yang bernama Xing Yuan, setelah lama mereka merindukan sang buah hati, lahirlah Xing Zaolin, anak yang lucu dan menggemaskan itu, dan sangat disukai oleh seisi dusun lembah Sekte yang mereka tempati.
Xing Zaolin sendiri sudah di didik dari kecil oleh ayah nya Xing Fank, umur 5 tahun Xing Zaolin sudah lincah, dan melebihi anak-anak yang sebaya dengan nya.
Dan Xing Zaolin melihat didada ayah nya, d**a paman dan kakek nya, semua terdapat gambar kepala naga berwarna merah yang terlihat indah, namun wajah naga merah itu terlihat bengis.
Xing Zaolin merengek pada ayah nya untuk dibuatkan gambar yang sama di dadanya, tapi Xing Fank hanya menganggap perkataan anak nya yang baru berusia 5 tahun sebagai angin lalu, tapi setelah merengek terus, Xing Fank memerintahkan kepada Sekte Naga Merah berkumpul dan menceritakan permintaan dari anak nya,untuk dibuatkan gambar seperti yang ada di dadanya itu.
Karna itu adalah lambang bahwa yang ada gambar naga merah di d**a adalah seorang anggota Sekte Naga Merah dan harus selalu mentaati aturan dari Sekte, setelah berdebat lama akhirnya mereka setuju.
Dan hari inilah acara puncak, yaitu hari dimana Xing Zaolin akan digambarkan naga merah di dadanya.
Sakte Naga Merah adalah sebuah sakte yang khusus menerima pesanan untuk membunuh, sebuah organisasi yang sudah lama turun temurun, sebuah organisasi pembunuh bayaran yang sangat ditakuti, tetapi tak banyak yang tahu.
Hanya orang-orang tertentu saja yang jadi penghubung dan langganan mereka.
Sebulan yang lalu mereka sudah menyelesaikan misi,dan mendapat bayaran lumayan besar.
Hari ini mereka akan mengadakan pesta sekaligus menerima anggota termuda Sekte Naga Merah yang merupakan anak dari ketua mereka sendiri Xing Zaolin, tahap pengangkatan menjadi anggota Sekte sudah berjalan dengan lancar dari awal.
Anak berusia 5th yang sudah terlihat keras hati kini tinggal menyelesaikan tahap akhir, yaitu pemberian gambar naga merah didada kirinya.
Perlahan tapi pasti seorang sesepuh Sekte Naga Merah mulai memainkan pisau kecil dengan terlebih dahulu membaluri d**a Xing Zaolin dengan tinta yang berwarna merah dan obat-obatan penghilang rasa sakit dan membuat gambar itu tidak mudah luntur.
Wajah Xing Zaolin mengecut menahan rasa sakit ketika sebuah pit (alattulischina) yang ujungnya dari besi mulai melukis diatas d**a kirinya.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya setelah dibersihkan oleh arak bekas tinta, terlihat sebuah gambar naga merah indah didada bocah berusia 5th itu.
Setelah selesai membuat gambar naga merah didada Xing Zaolin, semua anggota Sekte Naga Merah bersorak sorai menyambut anggota termuda Sekte Naga Merah.
Ketika mereka sedang bersorak sorai, terdengar suara suitan-suitan panjang, silih berganti disekeliling lembah itu.
Xing Zaolin, terkejut karna ia tahu suara suitan itu pertanda atau isyarat.
“Paman Naga Angin coba periksa ada apa...!!”
“Firasat ku tidak enak mendengar suara suitan-suitan itu,” Xing Zaolin berkata.
Kakek tua yang di panggil Naga Angin, langsung melesat, ke arah pos penjagaan didekat gerbang yang sengaja dibuat tinggi dan dapat melihat ke sekeliling pagar perkampungan dan sekeliling lembah.
Wajah Naga Angin langsung berubah melesat ketika melihat beberapa orang melesat cepat, dari beberapa sudut lembah, dan mereka seperti menutup lembah dan perkampungan tempat anggota Sekte Naga Merah tinggal.
Naga Angin yang melihat keadaan diluar lembah langsung turun dan memberi tahu ketuanya.
“Ketua...!! Sepertinya lembah kita sudah mulai dikepung oleh pihak musuh,” ujar NagaAngin.
Xing Fank terkejut mendengar perkataan Naga Angin, lalu beberapa orang melesat naik ketempat tadi, anggota lainnya mengintai untuk memastikan perkataan Naga Angin itu.
Xing Fank terkejut setelah beberapa anggota nya membenarkan perkataan Naga Angin itu.
“Semua bersiapp...!! Musuh sudah datang,” Xing Fank berteriak memberi peringatan kepada semua anggota Sekte Naga Merah.
Setelah mendengar perkataan ketuanya sebagian anggota Sekte Naga Merah, langsung melesat ke pos penjagaan masing-masing, untuk mengantisipasi serangan-serangan dari berbagai jalan masuk ke dalam perkampungan, karna pagar perkampungan naga merah tidak terlalu tinggi dan pendekar kelas menengah bisa melompati pagar dan masuk kedalam perkampungan.
“Siapa mereka, dan bagaimana mereka tahu keberadaan lembah ini?” Xing Fank berkata dalam hati.
Banyak pertanyaan di benak Xing Fank tentang ini, karna ia tahu letak lembah ini sangat rahasia, dan hanya segelintir orang yang tahu lembah ini, markas dari Sekte Naga Merah.
Dan satu lagi yang membuat geram Xing Fank adalah, jika musuh sudah sampai dilembah ini, berarti pos-pos penjagaan mereka sudah hancur.
Karna mereka belum mendapat kabar, dan tahu-tahu musuh sudah sampai ditempat ini.
Ketika Xing Fank berdiri ditengah, disebuah lapangan luas di tengah perkampungan, tiba-tiba terdengar suara suitan-suitan panjang, lalu suara orang tertawa yang dikeluarkan menggunakan tenaga dalam.
“Hahaha!!! Akhirnya perkampungan naga merah berhasil di temukan.”
"Aksi kalian sudah melampaui batas dan membuat geram dunia persilatan golangan merah maupun hitam," Seorang kakek tua berambut merah dan berpakaian merah berkata sambil menatap tajam kearah Xing Fank.
"Jika aku tidak salah,tuan yang bergelar Dewa Api seorang tokoh yang katanya sudah tak mau mencampuri urusan dunia persilatan," Xing Fank berkata.
"Tapi apa maksud dari tuan Dewa Api datang ke tempat kami, sedangkan kami tak punya urusan dengan tuan...!!" Xing Fank berkata sambil menatap tajam kearah Dewa Api.
“Hmm..!!” Dewa Api mendengus mendengar perkataan dari Xing Fank, Dan berkata.
"Kau salah membunuh orang ketua Xing Fank..!! Jeet Li adalah pendekar budiman yang disukai golongan merah maupun hitam, dan kau akhir-akhir ini telah membunuh Jeet Li, dan aku diundang untuk membahas masalah dan menuntut balas kepada Sekte Naga Merah."
“Tunggu dulu tuan..!!"
“Apa maksud perkataan tuan, bahwa kami yang membunuh Jeet Li?" imbuh Xing Fank berkata sambil mengerutkan kening nya.
“Kami memang sebuah organisasi pembunuh, tapi kami selalu memilih tugas kami, dan tidak asal bunuh, jika cocok dan sesuai dengan perjanjian, maka kami akan melaksanakan nya."
“Tutup mulut mu..!! Setelah melihat markasmu dikepung kau berdusta, apa kau ingin lepas tanggung jawab dan tak ingin perkampungan mu hancur?”
Wajah Xing Fank menjadi merah, saat mendengar perkataan Dewa Api.
“Kau pikir Sekte Naga Merah bakal takut mengakui perbuatan nya? jika tidak ya tidak, Sekte Naga Merah mempunyai sebuah aturan, dan aturan kami adalah tidak pernah takut pada musuh, jika kau pikir kami bakal takut, itu salah besar,” Xing Fank berkata.
“Hahaha!!! Bagus, bagus, bersiaplah untuk mati, kami, 2 Dewa, 1 Iblis, 3 Raksasa, dan 5 Perguruan telah mengepung perkampungan mu, pos-pos penjagaan milikmu telah kami hancurkan, Bersiaaplahh..!!” Dewa Api berkata sambil menatap Xing Fank.
Xing Fank langsung mengeluarkan pedang nya dan berkata.
“Mari kita buktikan kakek tua!!!"