“Kurang ajar kau bocah tengik, apa kau tidak tahu siapa dan dari mana kita berasal?” Ma Honk berkata kepada Xing Zaolin.
Mengdengar perkataan Ma Honk, Xing Zaolin lalu menatap Ma Honk dan berkata.
“Apa aku harus tahu siapa kau, dan dari mana asalmu?”
“Lebih baik kau diam saja, biarkan aku bicara,” Xing Zaolin berkata.
Mendengar perkataan dari Xing Zaolin, wajah Ma Honk berubah kelam, ketika akan bergerak Ma Hoank memegang tangan adik nya dan berkata.
“Adik biarkan bocah itu bicara, kita dengarkan saja dulu perkataan dan jawaban Nio Nio,” Ma Honk mengerti maksud perkataan kakak nya kemudian diam dan berdiri di samping Ma Hoank.
Setelah kedua she Ma itu diam, Xing Zaolin kemudian menatap pemilik rumah hiburan yang di panggil Nio Nio.
“Bagaimana nyonya?” Ujar Xing Zaolin.
“Tuan muda permintaan mu itu membuatku bingung, jika kau menang itu tidak jadi masalah, tapi jika kau kalah!! Apa yang akan terjadi terhadap rumah hiburan milikku ini, kau sudah bisa membayangkan bukan?” Nio Nio berkata.
Ha ha ha.
“Nyonya jika aku kalah, sudah pasti aku mati dan rumah hiburan milikmu jika aku kalah, atau tidak ikut campur, yah tak ada bedanya bukan mereka akan terus memaksakan kehendak nya pada nyonya,” Xing Zaolin berkata.
Nio Nio mengangguk mendengar perkataan dari Xing Zaolin, dalam hati membenarkan apa yang dikatakan pemuda itu.
Lalu Nio Nio melihat ke arah Ma bersaudara.
“Tuan Ma, apa ada keringanan untuk perempuan tua ini menjalankan rumah hiburan surga malam?” Nio Nio berkata.
“Nio Nio, aku adalah langganan setia rumah hiburan malam!! Jika kau mau memberikan ketiga anak gadismu untuk menemani kami, maka aku dan kakakku tidak akan memperpanjang masalah ini, bagaimana?” Ma Honk berkata.
Nio Nio tampak ragu ketika mendengar perkataan dari Ma Honk, di satu sisi ia sayang kepada ketiga anak angkat nya itu, tapi di sisi lain ia juga tak mau kehilangan rumah hiburan malam, dan Nio Nio sangat yakin Ma Hoank akan mengambil harta satu-satu nya yang ia miliki, yaitu rumah hiburan surga malam apapun keputusan nya yang ia ambil, memakai jasa atau tidak pemuda yang ada di depan nya, nyawa dan rumah hiburan milik nya dalam bahaya.
Melihat Nio Nio ragu, dan lama memberikan jawaban Xing Zaolin kemudian berjalan hendak meninggalkan ruangan itu.
Tiga buah bayangan melesat dan menghadang Xing Zaolin.
Ling Ling, Ling Lung dan Ling Leng berdiri di depan Xing Zaolin.
Ling Ling yang mewakili kedua adik nya berkata kepada Xing Zaolin.
“Tuan muda, kami bertiga yang akan menyewa mu untuk menghabisi she Ma itu,” Ling Ling berkata.
Xing Zaolin menatap ke arah Ling Ling dan berkata.
“Apa kau punya uang?” Xing Zaolin berkata.
“Tuan muda, aku mewakili adikku membayarmu dengan tubuhku,” Ling Ling berkata, setelah berkata wajah nya merah dan tertunduk.
“Aku tidak butuh tubuh mu, yang aku butuhkan uang, bukan perempuan,” Ujar Xing Zaolin.
Mendengar perkataan Xing Zaolin Ling Ling berubah, dirinya merasa terhina mendengar perkataan dari Xing Zaolin, mata nya berkaca-kaca.
Setelah mengeraskan hati, Ling Ling lalu berbalik menghadap ke arah she Ma bersaudara.
“Tuan Ma, aku akan melayani kalian berdua, tapi kalian berdua harus berjanji, mekepaskan kedua adikku dan jangan mengganggu rumah hiburan surga malam,” Ling Ling berkata.
Ma Hoank yang sudah girang mendengar perkataan dari Ling Ling, tertawa terbahak-bahak.
Ha ha ha.
“Baik, tapi kau harus ikut dengan kami dan menjadi selir kami berdua.”
“Kakak, jangan kakak,” Ling Leng berkata, mendengar perkataan dari kakak nya.
Xing Zaolin mendengar perkataan gadis yang bernama Ling Ling menjadi bimbang, tapi ia mengeraskan hati dan ingin mendengar keputusan Nio Nio, ibu sekaligus pemilik rumah hiburan surga malam.
Xing Zaolin melangkah hendak meninggalkan ruangan, tiba-tiba terdengar suara dari Nii Nio.
“Tuan muda, berapa harga yang kau pinta?” Nio Nio berkata.
Mendengar perkataan Nio Nio, Xing Zaolin berbalik kembali dan berdiri di depan Nio Nio dan berkata.
“Lima ribu tail perak untuk orang itu sambil menunjuk anak buah Ma Hoank, dan rumah yang aku tempati sekarang menjadi milikku, dan satu lagi syarat yang ku katakan setelah aku berhasil membunuh mereka,” Xing Zaolin berkata.
“Nio Nio mengerutkan kening nya, mendengar perkataan Xing Zaolin, lima ribu tail perak untuk anak buah nya, lalu berapa harga yang harus ku berikan untuk kedua kepala she Ma itu?” Nio Nio berkata.
Tuan muda, apa tidaj terlalu mahal lima ribu tail perak dan sebuah rumah hanya untuk kepala seorang anak buah?” Ujar Nio Nio.
Sedangkan Ma bersaudara tersenyum bangga mendengar perkataan Xing Zaolin, anak buah nya saja lima ribu tail perak apalagi kepala kami Ma Honk berkata dalam hati.
“Nyonya, itu sudah harga termurah yang aku berikan,” Xing Zaolin berkata.
“Harga termurah?” Nio Nio berkata.
“Benar, harga termurah,” Xing Zaolin berkata sambil rada tersenyum.
“Lalu berapa harga kepala dari kedua she Ma itu?” Nio Nio berkata.
Xing Zaolin tersenyum mendengar mendengar perkataan Nio Nio, sambil berbalik menatap ke arah Ma bersaudara.
“Aku berikan kedua kepala she Ma itu gratis untuk nyonya, karna kepala mereka berdua tak ada artinya buatku,” Ujar Xing Zaolin.
Ha ha ha.
Ling Leng dan Ling Lung tertawa mendengar perkataan dari Xing Zaolin, sementara Ling Ling ingin tertawa tapi ia tahan, karna masih kesal mendengar perkataan dari Xing Zaolin yang menolak tawaran nya.
Ma Honk yang mendengar perkataan Xing Zaolin sangat gusar.
Tanpa berkata, Ma Honk bergerak menyerang Xing Zaolin, cakar Ma Honk menyambar ke arah leher Xing Zaolin.
Xing Zaolin yang merasakan angin dan bayangan yang bergerak, dengan ilmu meringankan tubuh raja angin bergerak memutar kemudian sudah berada di belakang Ma Honk, lalu tangan Xing Zaolin mencengkram tengkuk Ma Honk kemudian membanting nya tubuh Ma Honk ke lantai.
Bruuuk..!!
Anak buah tak sopan, pasti ajaran dari atasan nya Xing Zaolin berkata.
Nio Nio, dan orang yang berada di ruangan itu tercengang, melihat gerakan dari Xing Zaolin yang sangat cepat, kemudian membanting tubuh Ma Honk.
Ma Hoank sendiri terkejut melihat adik nya menyerang, dan lebih terkejut lagi dengan sekali serang adik nya malah terkena banting oleh Xing Zaolin.
Melihat gerakan Xing Zaolin, Ma Honk sekali gerak langsung di banting, Nio Nio berkata.
“Tuan muda Xing kita sepakat,” Ujarnya.
Xing Zaolin mendengar perkataan Nio Nio tersenyum dan berkata, “Baik, jika nyonya sudah sepakat, sekarang nyonya suruh ketiga anak nyonya untuk membersihkan rumah baru ku.”
Ciiis..!!
“Enak saja suruh-suruh orang,” Ling Ling berkata, tetapi ketika Ling Leng dan Ling Lung menarik tangan nya, Ling Ling tak menolak dan keluar dari ruangan.
Ma Hoank dan Ma Honk tak berani lagi meremehkan Xing Zaolin, kedua nya lalu dengan tangan berbentuk cakar, bergerak pelan seperti harimau yang tengah mengintai mangsa.
Kedua nya lalu bergerak dari kanan dan dari kiri, Ma Hoank kedua tangan nya menyambar ke kepala sedangkan Ma Honk menyambar ke arah perut, mereka menggunakan jurus, “Sepasang harimau berburu rusa.”
Xing Zaolin melihat kedua nya menyerang dari arah berbeda dan berlawanan, lalu menggunakan ilmu meringankan tubuh raja angin melesat menghindari serangan kedua nya dengan bergerak mundur, lalu dengan jurus akar naga tangan kiri menyambar ke arah perut, sedangkan tangan kanan menyambar ke arah kepala Ma Hoank yang jarak nya memang berdekatan.
Breeet..!!
Baju Ma Honk robek terkena cakaran tangan dari Xing Zaolin, sementara Ma Hoank mundur selangkah menghindari sambaran cakar Xing Zaolin.
Xing Zaolin yang sudah memperkirakan, bahwa musuh nya lebih rendah ilmu nya dari siluman goa iblis, kemudian memainkan ilmu cakar naga merah.
Kedua tangan nya menyambar-nyambar ke arah kedua musuh nya itu, Ma Honk yang ilmu nya lebih rendah langsung terdesak, sedangkan Ma Hoank berusaha melindungi adik nya.
Ma Hoank tidak bisa terus melindungin adik nya, ketika dengan gencar dirinya di serang oleh Xing Zaolin, Ma Hoank menangkis serangan yang mengarah leher nya.
Plaaak..!!
Tangan nya bergetar akibat beradu tangan dengan Xing Zaolin, Ma Honk melihat pinggang Xing Zaolin seperti tak terjaga, kemudian cakar nya menyerang ke arah pinggang Xing Zaolin.
Ketika merasa ada sambaran ke arah pinggang nya.
Xing Zaolin langsung berbalik dan Ma Honk sangan terkejut wajah nya langsung pucat, tak jadi menyerang dan berusaha mundur tapi Xing Zaolin terus memburu.
Creeps..!!
Cakar Xing Zaolin mencengkram tenggorokan Ma Honk.
Ma Honk berusaha meronta, tangan kanan dan kiri nya memukul ke tubuh Xing Zaolin, tapi pukulan nya seperti menghantam besi karna tenaga dalam jubah emas yang di miliki Xing Zaolin menahan semua pukulan Ma Honk.
Kreeek..!!
Ketika tangan yang mencengkram mengeras, terdengar suara patahan tulang di leher Ma Honk.
Ma Honk tewas dengan tenggorokan dan tulang leher nya remuk.
Xing Zaolin lalu melemparkan tubuh Ma Honk ke arah Ma Hoank.
Ma Hoank menghindar dari tubuh adik nya ke arah kanan, dan Xing Zaolin yang memang sudah tahu ke arah mana Ma Hoank akan bergerak, kemudian melesat, dan kaki nya menghantam ke arah d**a Ma Hoank.
Bhuuk..!!
Ma Hoank terlempar ketika perut nya di tendang, Xing Zaolin langsung melesat ke arah Ma Hoank.
Tangan nya memukul pundak Ma Hoank.
Ma Hoank jatuh terlentang di lantai.
Xing Zaolin langsung menginjak d**a Ma Hoank.
Kreeakk, arrrggghh.
Ketika Xing Zaolin menginjak d**a baju tengah Xing Zaolin sedikit terbuka, dan terlihat gambar naga berwarna merah di d**a Xing Zaolin, Ma Hoank seperti teringat sesuatu, dan ketika teringat kembali kejadian di masa lalu.
Ma Hoank mata nya melotot melihat gambar naga merah itu, dari mulut nya keluar terdengar suara terputus-putus.
Na, na, nagaa..!!
Xing Zaolin mendengar Ma Hoank hendak berkata.
Langsung menekan kaki nya yang sedang menginjak d**a Ma Hoank.
Kreaak..!!
Setelah itu tidak ada jeritan atau suara lagi yang terdengar dari mulut Ma Hoank.
Hanya dengusan dari mulut Xing Zaolin dan suara pelan pemuda itu berkata.
“Banyak bicara,” Ujarnya.
Melihat kedua pemimpin nya tewas, anak buah Ma Hoank langsung melesat ke arah pintu.
Xing Zaolin yang melihat itu langsung melemparkan pedang pendek nya ke arah tubuh, orang yang mau melarikan diri.
Crasshs..!!
Pedang pendek berwarna hitam menembus ke arah d**a para anak buah Ma Hoank.
Xing Zaolin kemudian mengambil pedang pendek naga merah dan berkata.
“Jika kau kabur aku tidak akan dapat uang,” Ujarnya.