Keberadaan Xing Zaolin yang mempunyai kemampuan rombongan hanya Ling Ling dan kedua adik nya yang tahu, jadi busu dan para kusir masih tak mengetahui siapa Xing Zaolin.
Perjalanan masih terus menerus dan bila malam tak menemui kota kecil atau desa yang bisa untuk menginap, mereka menginap di jalan sehingga perjalanan menuju sancang lebih cepat, dan dua hari sebelum acara di rumah bangsawan Khe di mulai, mereka sudah sampai di kota sancang.
Ling Ling sebagai kepala rombongan memilih tempat penginapan yang tak jauh dari rumah bangsawan Khe.
Penginapan yang lumayan mewah dan berkelas, mereka sewa beberapa kamar untuk beberapa hari.
Hanya Xing Zaolin yang mendapat kamar khusus seorang diri dan kamar di tempati Xing Zaolin lumayan besar, sedangkan kusir dan busu yang lain satu kamar bisa mereka tempati bertiga atau berdua.
Xing Zaolin yang mendapat kamar terpisah jadi bebas berlatih tenaga, ilmu tenaga dalam jubah emas untuk menambah tenaga dalam yang ia miliki.
Pagi hari Xing Zaolin merasa sangat segar.
Setelah semalam bermeditasi.
Pagi hari Xing Zaolin sudah terlihat di jalan kota sancang.
Xing Zaolin melihat banyak orang yang memakai baju bergambar harimau di d**a kiri.
“Banyak juga anggota perguruan harimau besi jika aku tak hati-hati malah aku yang celaka nanti nya,” Xing Zaolin berkata.
Ketika sedang minum arak di sebuah kedai, telinga Xing Zaolin mendengar suara dari orang-orang yang memakai baju harimau besi.
“Apa benar ketua dari perguruan api suci akan datang menghadiri acara yang di selenggarakan oleh bangsawan Khe Han Ci?”
“Setahu aku perguruan api suci jarang mau datang jika ada acara yang bukan resmi, dan menyangkut dunia persilatan sebagai partai terbesar, mereka selalu menjaga citra perguruan mereka,” Dua orang yang memakai baju harimau besi berkata, Xing Zaolin terus mendengarkan percakapan mereka.
“Ketua juga sedang sibuk dan bingung mencari kemana pergi nya tetua bagian hukum, Ma Honk dan adik nya Ma Hoank, tidak ada yang tahu kemana mereka pergi, ketua juga sudah nenyuruh orang yang mencari mereka berdua.
“Kita yang bertugas mencara juga harus waspada karna acara ini menurut guru, akan di hadiri tokoh-tokoh dunia persilatan, dan juga perguruan-perguruan terkenal seperti perguruan api suci.”
“Benar, hari ini aku lihat juga sudah banyak pendekar-pendekar berdatangan, ada yang datang karna memang di undang, ada juga yang datang untuk melihat-lihat keramaian.”
“Guru berkata, jika ada sosok yang mencurigakan kita supaya cepat lapor, biar tidak ada hal-hal yang terjadi jika acara nanti di mulai,” Teman yang di ajak bicara mengangguk, mengerti apa maksud dari perkataan teman nya.
“Perguruan harimau besi,” Mata Xing Zaolin berkilat ketika menyebut nama itu.
“Aku ingin lihat seperti apa perguruan harimau besi,” Ujar Xing Zaolin.
Setelah cukup minum dan mendapat informasi, Xing Zaolin kemudian berlalu dari kedai arak tempat nya minum dan tanpa di duga, Xing Zaolin berpapasan dengan Khe An dan Khe Hu.
Khe Hu terus menatap ke arah Xing Zaolin yang berjalan santai.
“Kenapa Khe Hu! Apa kau kenal dengan pemuda itu?” Khe An berkata.
“Kakak bukankah pakaian itu adalah pakaian busu dari ketiga nona rumah hiburan surga malam,” Khe Hu berkata.
Khe An langsung mengerti maksud dari perkataan Khe Hu.
“Kau benar, dia mungkin salah satu busu rumah hiburan surga malam,” Khe An berkata.
“Kakak kan bicara dengan nona itu, kakak pasti melihat para busu mereka semua paruh baya bukan?” Dan tidak ada seorangpun yang berusia muda, hanya satu yang kita tidak tahu dan lihat! Khe Hu berkata sambil melihat ke arah kakak nya Khe An begitu pula dengan Khe An!! Lalu mereka berkata bersama-sama, “Busu bercaping.”
“Kakak mari kita temui dulu paman Khe, lalu kita cari di mana tempat penginapan nona Ling Ling yang kau puji-puji itu,” Khe Hu berkata. Khe An mengangguk lalu kedua nya berangkat menuju rumah kediaman paman mereka Khe Han Ci.
Sementara itu di tempat penginapan, Xing Zaolin diam di kamar sambil menunggu malam.
Letak perguruan harimau besi sudah ia ketahui dan malam ini ia akan menyatroni perguruan harimau besi.
Tapi lamunan nya buyar ketika pintu kamar nya di ketuk dengan kencang dari luar.
Tok tok tok.
Xing Zaolin meranjak dari tempat duduk nya, kemudian melangkah ke arah pintu kamar dan membuka nya wajah nya mengerut melihat kusir kereta telah berdiri di depan kamar.
“Ada apa paman?” Ujar Xing Zaolin.
“Tuan, cepet tuan, nona Ling Ling sedang di tanya-tanya oleh seseorang,” Ujar kusir itu gemeteran.
“Siapa yang menemui nona Ling Ling malam-malam begini,” Xing Zaolin berkata.
“Tidak tahu tuan, tapi ketika hamba lewat di ruangan tempat makan, beberapa pria bercaping dan dua orang yang menghadang, sedang bersitegang dengan nona Ling Ling, hamba langsung kemari memberi tahu tuan,” Kusir itu berkata.
“Paman beri tau busu yang lain, nanti aku menyusul,” Ujar Xing Zaolin.
Setelah mendengar perkataan Xing Zaolin, kusir kereta itu kemudian pergi.
Xing Zaolin lalu ke tempat makan yang di sebutkan oleh sang kusir kereta.
Xing Zaolin melihat tiga orang lelaki dan Khe An beserta Khe Hu.
Xing Zaolin mendengar perkataan seorang pria bertubuh besar, memakai jubah berwarna kuning dengak corak belang hitam seperti warna kulit harimau berkata.
“Cepat katakan yang sebenar nya nona, dimana kedua anak buah ku Ma Honk dan Ma Hoank?” Menurut mata-mata kami, terakhir di lihat mereka berada di rumah hiburan surga malam, dan tak keluar lagi,” Pria itu berkata.
“Paman Tian Hou, bukankah Ling Ling sudah berkata tidak tahu, tentang anak buah paman, kenapa paman terus memaksa terus.”
“Tuan muda Khe harap jangan ikut campur urusan ini, karna ini adalah urusan perguruan harimau besi, dengan rumah hiburan surga malam.”
Khe Hu tak lagi memperhatikan Tian Hou, ketua dari perguruan harimau besi tapi mata nya menatap ke seorang busu muda yang berpakaian hitam mendatangi mereka, busu yang ia tadi siang lihat di kedai arak.
Ling Ling dan kedua adik nya yang juga melihat Xing Zaolin datang langsung tersenyum, dia merasa beban mereka seperti hilang ketika melihat Xing Zaolin.
“Maaf nona para busu lain sedang kemari, jika ada sesuatu yang bisa di kerjakan,” Xing Zaolin berkata tanpa memberi hormat kepada Ling Ling.
Ha ha ha.
“Para busu pengawal kalian hendak apa di tempat kami?” Tian Hou berkata sambil tertawa.
Mendengar perkataan Tian Hou Xing Zaolin seperti menghina, Xing Zaolin tidak peduli dan berkata kepada Ling Ling.
“Kami adalah busu rumah hiburan surga malam.”
Xing Zaolin berkata, seperti tak peduli dengan omongan kucing, jika nona perintahkan sekarang juga akan ada tiga bangkai kucing di rumah ini.
Xing Zaolin lalu menatap tajam ke arah Ling Ling.
Dan berkata, “Mau di bunuh tidak kucing-kucing ini?” Ujarnya dengan nada santai.
Ketegangan yang terjadi di rumah makan milik penginapan tempat rombongan Ling Ling menginap, mulai menarik perhatian para pengunjung apalagi disana ada ketua perguruan harimau besi yang bernama Tian Hou dan sepasang harimau hutan yang merupakan tangan kanan Tian Hou.
Sepasang harimau hutan dua jago kembar, yang wajah nya diberi gambar kumis seperti harimau menambah seram wajah sepasang harimau hutan, kedua nya terkenal ganas, harimau emas dan harimau hitam, baju yang mereka kenakan yang menjadi pembeda antara harimau emas dan harimau hitam.
Sedangkan Khe An dan Khe Hu tak begitu di kenal karena mereka bukan penduduk sancang, dan kedua muda mudi itu juga lama berlatih dengan Dewa Tombak, tapi dari marga yang di pakai sudah di pastikan bahwa orang-orang di penginapan tahu, bahwa Khe An dan Khe Hu masih ada hubungan darah dengan bangsawan Khe Han Ci yang terkenal di kota sancang.
Ketika Xing Zaolin menyebut tiga kucing, Tian Hou dan anak buah nya sangat geram, karna itulah suatu penghinaan, tapi di tempat keramaian mereka tak berani bentindak gegabah, apalagi di sana ada Khe An dan Khe Hu, yang merupakan keponakan dari bangsawan Khe Han Ci, orang yang menjadi penyokong dana bagi perguruan harimau besi.
“Siapa anak muda ini nona Ling Ling?” Tian Hou berkata.
“Dia adalah busu yang mengawal kami tuan,” Ujar Ling Ling.
“Mulut nya tajam sekali..!! Jika bukan di tempat ramai, sudah ku remas batok kepala nya,” Tian Hou berkata.
“Kenapa kau tidak lakukan saja jika mampu,” Xing Zaolin berkata.
“Busu muda, apa kau tidak sayang dengan nyawamu?” Tian Hou berkata sambil mata nya menatap tajam ke arah Xing Zaolin.
Xing Zaolin tidak memperdulikan perkataan dari Xing Zaolin.
Xing Zaolin berkata kembali kepada Ling Ling, “Nona, ambil keputusan sekarang terhadap kucing-kucing ini.”
“Hidup atau mati,” Ujar nya Xing Zaolin.
Xing Zaolin menatap tajam ke arah Ling Ling, ketika berkata.
Tubuh Ling Ling gemetar, gadis itu bingung apa yang harus ia lakukan.
Tiba-tiba Ling Ling menatap Khe An.
Ling Ling berpikir, hanya Khe An yang bisa mengatasi masalah ini.
“Hamba ingin minta tolong pendapat tuan atas masalah ini.”
“Nona Ling Ling, aku tidak tahu ada masalah apa antara rumah hiburan surga malam, dengan perguruan harimau besi,” Khe An berkata.
Paman..!!
“Mungkin masalah ini nona Ling Ling tidak mengetahui, jadi lebih bagus lagi jika paman Tian Hou menanyakan langsung ke rumah hiburan surga malam,” Khe An berkata.
Hmm..!!
“Memandang wajah bangsawan Khe Han Ci dan Dewa Tombak, aku mendengar saran dari tuan muda Khe An.”
“Tetapi penghinaan atas diriku, yang di lakukan oleh busu muda ini tak bisa ku biarkan,” Tian Hou berkata.
Tapi itu berbeda paman, jika busu ini berkata seperti itu mungkin karna dia hanya ingin melindungi majikan nya. Khe An berkata.
“Nona!! Masalah tentang hilang nya anak buah ku Ma Hoank dan Ma Honk, akan ku tanyakan langsung kepada pemilik rumah hiburan surga malam di kota shiro, tetapi aku minta busu muda itu bertanggung jawab atas apa yang ia katakan.”
“Busu itu menyebut kami kucing, dan orang yang berada di rumah makan juga mendengar perkataan dari busu muda ini.”
Nona aku ingin meminta lidah nya, yang telah menyebutku kucing.”
Tian Hou berkata sambil menatap Xing Zaolin.
Ling Ling, mendengar perkataan paman Tian Hou kemudian menatap Xing Zaolin dan berkata.
“Apa kau dengar perkataan dari paman Tian Hou?” Ling Ling berkata.
“Jika mereka mampu, silahkan saja mengambil lidah ku,” Xing Zaolin berkata.
Sepasang harimau hutan menatap bengis ke arah Xing Zaolin.
“Ketua biar aku saja,” Harimau hitam berkata.
Tian Hou nengangguk mendengar perkataan dari harimau hitam.
Sementara itu Khe Hu menatap tajam ke arah Xing Zaolin.
“Apakah dia busu bercaping itu?” Tapi dia masih terlalu muda, umur juga agak nya sebaya dengan ku, tiba-tiba wajah Khe Hu berubah menjadi merah, ketika ia berkata sebaya.
“Bocah, biar ku cabut lidah mu disini.”
Tunggu dulu tuan..!! Ling Ling berkata.