Chapter 58 - My Baby

2478 Kata

Serena memegang perutnya, dia terus saja menarik dan menghembuskan napas. Dua hari di rumah sakit, kontraksinya malah bertambah. Dokter belum memeriksanya dari semalam karena ada pasien darurat yang ingin melahirkan. Dia hanya diam dan menunggu Agam datang. Rasa sakit itu membuatnya tidak bisa banyak berbicara dan hanya minum air mineral agar tidak dehidrasi. “Kak, sebentar ya. Aku panggil dokter.” Syifa juga panik melihat wajah kakak iparnya yang semakin pucat. Dia begadang semalaman untuk menemani Serena. Sementara itu, Agam baru selesai mengurus cuti mendadaknya. Dia bersyukur Abangnya akan datang, Syifa bisa sedikit lebih tenang. Itu karena kedua orang tua Serena baru bisa memasuki Jakarta. Tadi siang ruas jalannya sedang di jaga ketat polisi dan hanya membiarkan yang berkepentinga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN