Savia melihat polisi semakin banyak berkumpul, mereka membawa pasukan sangat banyak dan mobil-mobil yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Savia mengambil napas panjang berkali-kali, dia sangat takut. Situasi seperti ini tidak pernah dia bayangkan akan terjadi di sekolahnya. Dia sudah banyak menonton film seperti ini dan tidak menyangka dia akan mengalaminya sendiri. Savia mrlihat Rava yang terlihat serius, tetapi sangat santai. “Tenang saja, pasti mereka akan mengurusnya.” Rava mengintip ke bawah. Savia mengsngguk, dia melihat banyak kamera dyang berdiri dindepan sekolahnya. Sekarang, pasti mereka sudah masuk berita utama di seluruh stasiun tv. Savia melihat layar ponselnya dan di sana terlihat nama ibunya. “Halo, Mom?” sapa Savia berusaha mengurangi rasa tegangnya. Terdengar sua

