Savia membuka jendela kamarnya, ini satu minggu sejak kejadian terjadi. Dia masih tidak bida membuka tv karena beritanya masih semangat diberitakan stasiun tv. Keluarganya pun berkali-kali di sorot oleh berbagai media. Beruntung dia memiliki ayah yang cukup berpengaruh dan bisa menangani sedikit bagian yang tidak perlu di ungkapkan ke publik. Savia merasa aman untuk sementara, tapi tinggal menunggu waktu sampai semua rahasianya terbuka. Satu minggu lagi dia akan kembali ke sekolah dan itu akan membuat banyak wartawan kembali meliput. Dia harus sabar sampai semuanya kembali seperti semula. Davia benar-benar harus menahan dan mengendalikan emosinya setelah ini. Pemeriksaannya setelah menembak bukanlah hal yang bisa di anggap sederhana. Dia bukan hanya ditanya di rumah sakit melainkan dib

