Chapter 35 - Petunjuk

1708 Kata

Agam kembali ingin melangkah ketika hawa dingin semakin menusuk. Awan tipis mulai menghalangi jarak pandang dan menambah sulit pencarian. Dia mengusap kepalanya kasar lalu berhenti melangkah. “Bang... kita harus berhenti disini. Di depan ada kabut tebal, nggak mungkin kita bisa turun dengan selamat. Mereka juga pasti berhenti.” Ucap salah satu dari pendaki yang menemani Agam. Agam menggelengkan kepala, “Nggak, saya harus turun cari dia.” Seorang dari mereka menghalangi jalan Agam, “Abang bisa tersesat, gunung sama hutan di sini luas Bang. Jangan sampai hilang, atau bukan cuma temen abang aja yang hilang, tapi Abang juga.” Agam mengusap wajahnya kasar, dia terduduk di tanah. Dadanya sesak karena perasaan tidak enaknya terbukti benar. Ada seseorang yang berniat jahat kepada mereka dan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN