Pagi-pagi, Agam keluar untuk memanaskan mobil. Keningnya berkerut ketika melihat sebuah kotak yang ada di pekarangan rumahnya, tidak ingin repot dia langsung membuangnya ke tempat sampah. Agam melihat petugas kebersihan mengambil sampah di rumahnya lalu kembali memanaskan mobil seolah kotak itu tidak penting. Dia tidak memikirkannya lagi beberapa saat kemudian. Dia langsung berangkat ke kantor setelah sarapan, Agam tidak mengatakan tentang kotak itu kepada istrinya karena benar-benar sudah melupakannya. Ketika di kantor, dia mendapatkan pesan. ‘Bagaimana kejutanku? Terkejut? Bagus bukan, seleraku masih sangat tinggi. Semoga Savia menyukainya.’ Rahang Agam mengeras, tentu saja dia mengetahui siapa yang mengiriminya pesan. Orang itu mantan istrinya, tetapi bagaimana bisa dia masuk ke d

