Agam memijit kepalanya pusing, dia baru saja selesai memeriksa benda-benda yang ditemukan istrinya. Dia belum kembali ke dalam rumah karena bingung harus menjelaskan apa. “Kapt, anda bisa tebak siapa yang melakukannya? Setelah kami memeriksa mobil, masih menemukan tiga buah lagi.” Agam mengambil tiga benda berupa alat pelacak dan perekam suara lalu menginjaknya hingga hancur di lantai. “Untuk sekarang aku tidak tahu siapa yang melakukan ini, tapi siapapun itu pasti musuh kita dan mereka mungkin punya dendam pribadi kepadaku.” “Kami juga berpikir begitu, Kapt. Tapi, kenapa sampai istri anda? Di mobil anda sama sekali tidak ada.” Jelas Indra, salah satu anggota timnya. Agam menatap Indra, dia menghela napas panjang ketika memikirkan tempat yang dipergiwi oleh istrinya. Dia langsung meng

