Serena sedang menikmati pemandangan ketika melihat gadis kecil melambaikan tangan kepadanya. Dia menoleh ke dalam vila, tempat Savia berada. Lalu mendekati gadis kecil itu yang terlihat ingin meminta bantuan. Dia di bawa beberapa meter menjauh dari vila ke sebuah gudang kecil uang hampir roboh. “Tante tolong ambilkan boneka beruangku di dalam, tadi ad anak kecil yang melemparnya masuk.” “Baiklah, kamu tunggu disini ya.” Serena mendorong pintu yang ternyata tidak terlalu berat. Dia masuk ke dalam tanpa mengetahui apapun. Dia fokus mencari boneka beruang sampai ada benda tajam menyentuh punggungnya. “Jangan berani-berani berteriak kecuali kamu ingin kehilangan dua janin yang ada diperutmu.” Bisik suara perempuan dari arah belakang. Serena merinding bukan main, dia ternyata di jebak dan

