Chapter 54 - Pulang

1715 Kata

Agam mengusap air mata Serena dengan hati-hati. “Kenapa kamu bisa terluka?” Tanya Agam dengan suara serak. Serena takut menjelaskannya kepada Agam tetapi dia tidak ingin berbohong. “Inilah alasan kenapa mereka bisa menculik Savia.” Dia menjelaskan apa yang terjadi sampai saat dia didatangi oleh pemilik vila. “Maafkan aku karena ceroboh dan membuat kita hampir kehilangan Savia.” Agam mencium semua luka di pelipis dan sudut bibirnya. Serena merasa luka itu menjadi dingin dan rasa sakitnya sedikit menghilang. “Ada luka lain?” “Hanya ini, tidak ada yang lain lagi.” Jawab Serena dengan wajah tersenyum. Walaupun lega, dia tetap tidak terima istrinya dipukul. “Mereka akan kutuntut seberat-beratnya. Aku tidak akan tinggal diam, apalagi mereka sudah memukulmu.” “Wanita itu, dia mengancamku d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN