Dua bulan kemudian, Serena hanya sibuk melakukan rutinitasnya sebagai ibu. Dia sudah merampungkan persidangan dan membuat Ghina di hukum penjara. Hal itu juga membuat persidangan untuk merebut hak asuh Savia di batalkan. Serena bahagia karena permasalahnnya sudah selesai. Dia sudah bisa hidup dengan normal tanpa di ganggu siapapun lagi. Serena tidak jadi cuti karena restoran memutuskan untuk tutup dengan tetap memberikan upah kepada semua orang yang bekerja di restoran. “Kak, jam berapa kita pergi periksa?” tanya Syifa. Dia menoleh, melihat adik iparnya yang sedang memakan sereal di meja makan. Adik iparnya itu sudah menginap dua hari yang lalu karena Agam pergi keluar kota untuk bekerja. Serena mengingat-ingat, “Jam sepuluh.” “Syukurlah, aku tidur sebentar. Tadi, malam begadang.” Jaw

