Savia sedang berada di dalam mobil yang menuju ke rumahnya. Dia di rawat selama tiga minggu di rumah sakit. Waktu yang sangat lama untuk ijin dari sekolah, tetapi ijin itu berhasil dia dapatkan karena memberikan surat operasi dan juga tentang kakinya. Selama di rumah sakit, tidak ada sama sekali temannya yang datang menjenguk karena dia tidak ingin temannya khawatir. Selain itu, dia juga tidak ingin menjadi pusat perhatian untuk ke sekian kalinya. “Mom, kapan aku bisa masuk sekolah?” Savia melihat sekolahnya yang tertutup rapat, mereka pulang melewati depan sekolahnya yang masih tertutup rapat dengan banyak siswa berkeliaran di pekarangan sekolah. Ibunya menoleh, “Mungkin lusa. Kalau kondisimu sudah tidak apa-apa. Tapi, bagaimana dengan kepalamu?” “Aku hanya perlu memakai topi rajut d

