Savia lagi-lagi menghela napas pelan. Dia tidak tahu kenapa Rava tiba-tiba membicarakannya sekarang. Mungkin dia sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. Sudah sejak lama, dia menyadari jika Rava sudah lebih malas untuk belajar apalagi mengikuti kursus khusus yang di adakan oleh guru Pembina untuk olimpiade. Savia mengikuti pelajaran dengan pikiran bercabang, belum lagi suhu panas yang membuatnya lebih berkeringat dari biasanya. Hari ini, kebetulan pendingin kelas mereka rusak dan membuat mereka hanya mengandalkan angin dari jendela dan kipas listrik yang bahkan anginnya tidak sampai ke tempat duduknya sama sekali. Savia sedang berada di dalam mobil yang menuju ke rumahnya. Dia di rawat selama tiga minggu di rumah sakit. Waktu yang sangat lama untuk ijin dari sekolah, tetapi ij

