Alec merasakan seluruh syarafnya dialiri energi baru. Bahkan pikirannya seperti mendapat pencerahan, tidak ada lagi perasaan galau, sedih, dan kekhawatiran yang selama ini menghantuinya. Satu kesadaran baru membuatnya merasa hidup. Tabir pekat yang membuatnya muram selama ini telah tersingkap. Beberapa gambaran pengetahuan baru dari sisi yang asing mengalir memenuhi memorinya. Bukan hanya itu saja, aliran energi dalam pembuluh darah membuat seluruh inderanya menjadi tajam. Telinganya mampu mendengar lebih jelas bahkan hingga suara gerakan daun jatuh dari tempat yang jauh. Penciumannya menjadi lebih tajam, mampu mengidentifikasi dan memisahkan masing-masing aroma yang ada di sekitarnya. Aroma kertas dari buku-buku tua, kayu yang dipelitur, kain lembab, bahkan kopi yang baru saja diseduh,

