Ciuman Kedua

1332 Kata

Papan-papan reklame LED menyala dengan berbagai warna. Bintang di langit tak terlihat jelas. Terlalu banyak cahaya, di bawah sini. Suasana jalanan melenggang. Tak banyak kendaraan yang lewat. Beberapa toko memilih tutup. Hujan di sore hari tadi, membuat aktifitas di kota ini sepi. Dinginnya malam— di tambah dengan basahnya jalanan membuat mereka enggan untuk keluar tampaknya. Mobil Niko berhenti di lampu merah. Seorang anak nampak mendekati mobilnya. Memainkan ukelele lusuhnya. Mulai menyanyi. Niko menurunkan kaca mobil. Memberinya selembar uang hijau bergambar Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Anak laki-laki kecil yang rambutnya basah itu mengucapkan terima kasih pada Niko. Dan, berjalan pergi. Lampu berubah hijau kemudian. Sarah tiba-tiba terkekeh. Bahunya naik-turun. Selanju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN